
Tidak lebih dari sebutan hitungan mundur untuk sebuah agenda. Tapi amunisi ilmu di otak nampaknya masih kosong. Semakin dekat hari H seharusnya semakin giat mengisi catatan. Ini mah yang ada malah cacatan. Udah gak ngerti lagi.
Semua janji-janji bullshit ke diri sendiri bakal rajin dan blablabla udah pergi entah kemana. Udah lupa serasa amnesia. Gini nih namanya realita, belum tentu sesuai sama ekspektasi dan rencana. Pinter-pinter aja ngakalinnya.
Jadi, sekarang berdoa aja semoga segala sesuatu berjalan dengan lancar.
Amin.
Percakapan dua siswa SMA laki-laki dalam suasana kelas yang gak ada guru.
A: Maneh punya tumblr? Jiga banci pisan lah.
B: Nggak, aing mah cuma ngepoin doang.
Di dengar oleh teman perempuannya, yang menjadi bertanya-tanya akan definisi banci sebenarnya.
Pernah bermimpi? Pernah.
Pernah berusaha yang sepadan untuk mendapatkannya? Belum.
Dasar pelajar sekolah menengah atas bermental babu.
Melamun sepanjang hari.
Bermimpi di siang bolong.
Berharap keberuntungan datang dari menggosok kupon undian.
Jangan-jangan itu aku.
Jangan sampai.
Jangan.
Aku harus berusaha yang sepadan.
Supaya gak dibilang khayalan babu.
Sama diri aku sendiri.
Is everybody going crazeh?
Sedingin dan sederas hujan angin sewaktu langit menjelang malam.
Bersyukurlah, matahari masih terbit 12 jam kemudian.
Dan kenyamanan masih menyelimutimu setelah kamu diserang ketakutan.
Percayalah, bahwa Tuhan tidak kejam.
Bahwa Tuhan tidak kejam.
Tentramkan semuanya dalam pikiran.
Walau kematian menunggumu satu jam kemudian.
Percayalah, bahwa Tuhan tidak kejam.
Bahwa Tuhan tidak kejam.
Hidup ini sepenuhnya tentang konsekuensi.
Apapun yang terjadi.
Percayalah, bahwa Tuhan tidak kejam.
Bahwa Tuhan tidak kejam.